8 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional Serta Plus Minusnya

8 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional Serta Plus Minusnya

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional – Masyarakat mungkin sering mendengar istilah asuransi syariah dan juga asuransi konvensional. Meski begitu tidak banyak masyarakat yg memahami dgn tentu apa saja perbedaan dri asuransi syariah dgn asuransi jenis konvensional ini. Asuransi konvensional ialah asuransi umum dimana tidak ada embel-embel syariah di belakang nya. Sedangkan asuransi syariah ialah asuransi berbasis dgn syariat islam dan ada tambahan syariah di belakang jenis asuransi nya misalnya saja asuransi jiwa syariah dan lain-lain. Memang bagi komsumen yg mengharapkan asuransi sesuai dgn syariat agama islam dapat menentukan asuransi syariah. Namun bagi komsumen yg mengharapkan asuransi dgn keuntungan berlipat-lipat dapat ikut asuransi dgn jenis konvensional. baca apa saja yg menjadi perbedaan asuransi syariah dan konvensional berikut ini :

Akad / Perjanjian komsumen dgn Asuransi

Hal pertama yg membedakan antara asuransi dgn basis syariah dgn asuransi jenis konvensional adalah akad / perjanjian. andai asuransi syariah menyebut perjanjian antara komsumen dgn perusahaan asuransi adalah akad, jadi asuransi jenis konvensional menyebut nya dgn perjanjian jual beli yg mengikat antara komsumen dan juga pihak asuransi. Selain penyebutan perjanjian nya yg tidak sama, isi perjanjian / akad nya pun tidak sama.

Asuransi dgn jenis syariah memiliki akad / perjanjian berupa konsep agar dapat saling tolong menolong antara komsumen asuransi dan semua komsumen nya tidak saling mengharapkan imbalan. Sedangkan agar asuransi jenis konvensional, perjanjian nya sangat mirip dgn perjanjian jual beli dimana pihak komsumen yg tergabung dalam asuransi konvensional sama-sama mengharapkan untung yg besar dan berharap mengalami kerugian yg kecil.

Dana Premi komsumen

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional lain nya juga terletak pada pengelolaan dana yg dibayarkan oleh komsumen asuransi. Asuransi mau mengelola dana / premi yg dibayarkan oleh komsumen semua bulan nya. Asuransi syariah vs konvensional memiliki perbedaan yg mencolok di bagian pengelolaan dana premi nya. andai semua komsumen asuransi syariah mau memiliki semua dana yg masuk ke asuransi dan pihak asuransi tidak mau memiliki dana yg disetorkan oleh komsumen tsb. Asuransi hanya ditunjuk sebagai pengelola dana saja. walaupun ada dalam banyak peraturan asuransi berbasis syariah, perusahaan asuransi mau mendapatkan dana dri premi yg disetorkan oleh komsumen, persentase dana yg mau didapatkan hanya kecil.

andai asuransi konvensional, dana premi yg dibayarkan oleh komsumen menjadi milik perusahaan asuransi sehingga perusahaan asuransi mau bebas agar mengelola dana tsb. Konsep jual beli yg dijadikan sebagai perjanjian merancang perusahaan asuransi leluasa agar mengelola dana tsb, meski begitu perusahaan asuransi mau tetap mematuhi perjanjian / kesepkatan yg telah dibuat secara bersama.

Bunga dan Keuntungan

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional terletak pada bunga yg disantunkan oleh pihak asuransi. Sekilas asuransi konvensional memang lebih menggiurkan dibandingkan dgn asuransi dgn jenis syariah. Keuntungan yg mau dimiliki oleh komsumen asuransi konvensional ini dikarenakan pemberian riba / bunga agar komsumen. Bahkan bunga tsb dijadikan sebagai landasan agar menghitung investasi yg dimiliki oleh komsumen. tidak sama hal nya dgn asuransi jenis syariah dimana tidak ada bunga di dalam nya. Asuransi dgn jenis syariah hanya memberlakukan sistem berupa bagi hasil / mudharobah dan bersih dri maisir, riba dan gharar.

bunga bank

bunga bank

dri hal tsb dapat disimpulkan bahwa keuntungan dri asuransi dgn basis syariah kelak nya mau dibagi antara semua peserta dan sedikit keuntungan nya agar perusahaan asuransi. agar asuransi konvensional keuntungan menjadi milik perusahaan.

Cara Mengelola Dana

Pengelolaan dana yg mau dilakukan oleh masing-masing asuransi pun tidak sama-beda. andai asuransi dgn basis syariah pengelolaan dana nya transparan dan dana nya dikelola secara maksimal agar komsumen asuransi memiliki keuntungan. agar asuransi jenis konvensional pengelolaan dana nya tidak transparan, selain itu pihak perusahaan asuransi yg memegang kuasa terhadap polis yg dimiliki oleh komsumen. Perusahaan asuransi memegang kuasa agar menentukan besar nya premi yg wajib dibayar komsumen dan juga menentukan besar nya harga administrasi. Tujuan pengelolaan dana tsb adalah mendapatkan keuntungan secara besar sehingga perusahaan asuransi mampu berkembang menjadi perusahaan asuransi yg lebih besar lagi.

Zakat

asuransi syariah

asuransi syariah

Asuransi syariah mlakukan kegiatan asuransi yg didasarkan pada syariat agama islam. diantaranya kegiatan asuransi berbasis syariah adalah ada nya zakat. Memang semua muslim wajib mengeluarkan zakat terutama bagi muslim yg mampu, sebagian harta yg dimiliki nya adalah milik orang-orang yg fakir dan miskin. agar asuransi konvensional, zakat tidak ada / tidak dicantumkan di dalam asuransi tsb.

Dewan Pengawas Syariah

Kelebihan dri asuransi syariah dibandingkan dgn asuransi konvensional adalah asuransi dgn basis syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah / DPS. Dewan ini yg mau mengawasi dana yg dimiliki oleh perusahaan asuransi syariah. Tidak hanya asuransi saja yg mau berhubungan dgn DPS ini namun perusahaan yg berbasis syariah pun mau berhubungan dgn DPS ini. Fungsi DPS itu sendiri adalah agar mengawasi perusahaan, asuransi dan juga bank agar selalu mentaati prinsip syariah. DPS juga mau mlakukan pengawasan apakah dana yg masuk ke asuransi tsb sudah dikelola dgn benar sesuai dgn prinsip syariah. kelak nya DPS ini mau melaporkan agar MUI andai ada pelanggaran pengelolaan dana syariah tsb. MUI membawahi DPS ini sehingga DPS bertanggung jawab agar MUI dan diawasi oleh MUI.

asuransi syariah MUI

asuransi syariah MUI

agar asuransi dgn basis konvensional, tidak ada pengawasan dana terhadap dana asuransi yg masuk. Hal tsb lah yg merancang dana di asuransi dgn basis konvensional menjadi tidak transparan. Pengawasan dana mau dilakukan secara langsung oleh pihak manajemen di perusahaan asuransi tsb. Pihak luar tidak memperbolehkan agar memahami dana yg ada di perusahaan tsb dan dana masuk dan juga dana keluar pun tidak boleh diketahui oleh pihak luar.

Sistem Asuransi

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional terletak pada sistem asuransi tsb. Jelas sekali kedua asuransi tsb memiliki sistem yg tidak sama-beda. andai asuransi konvensional memiliki sistem berupa transfer of risk sehingga seluruh risiko yg kelak nya mau dialami oleh komsumen di transfer agar pihak asuransi. Sedangkan agar asuransi syariah, sistem nya adalah sharing of risk sehingga risiko yg mau dialami oleh komsumen kelak nya mau dibagi oleh seluruh komsumen yg ada di asuransi tsb.

Pembayaran

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Asuransi jenis konvensional bertujuan agar mendapatkan keuntungan yg banyak agar perusahaan sehingga tidak mengherankan andai komsumen asuransi yg telat membayar premi semua premi yg sudah dibayarkan oleh komsumen mau hangus dan kepemilikan nya mau berubah menjadi milik perusahaan. Sedangkan agar komsumen asuransi syariah yg telat membayar premi dan sudah tidak sanggup lagi agar membayar, premi yg sudah dibayarkan agar pihak asuransi dapat diambil kembali oleh komsumen. Dana tsb mau ada potongan dana yg kecil agar dana bersama.

Mengikuti asuransi dgn jenis syariah dan juga dgn jenis konvensional tergantung dgn niat dan keinginan kamu. Meski jenis nya asuransi syariah tapi jangan salah, orang non muslim pun dapat mengikuti asuransi syariah tsb. Meski ada banyak perbedaan asuransi syariah dan konvensional, namun tujuan ikut asuransi tetap sama ialah merencanakan masa depan yg lebih baik.

Artikel Cara Investasi Bisnis ini dikenal, sbb :

perbedaan asuransi syariah dan konvensional prudentialperbedaan asuransi kerugian syariah dan konvensionalperbedaan asuransi dan pegadaian antara syariah dan konvesionalperbedaan asruransi syariah dan konvensional dri sudut pandang pengelolaan danapembeda dri asuransi dan pegadaian konvensionalkomsumen asuransi syariah dan konvensionalmenurut konsumen perbedaan asuransi syariah dgn asuransi konvesionalbagaimana cara asuransi konvensional berubah menjadi asuransi syariahAsuransi Syariah Vs Konvensionalpolis asuransi konvensional dirubah jd syariah